Bagian turut mengundang sering jadi bahan diskusi panjang di keluarga. Siapa yang dicantumkan, siapa yang di atas, dan siapa yang tidak enak kalau terlewat.
Pada artikel ini, kami akan membahas arti turut mengundang, aturan urutannya, dan contoh undangan pernikahan turut mengundang yang bisa langsung disalin. Semua nama di contoh adalah nama dummy, jadi tinggal diganti sesuai keluarga kamu.
Apa Arti “Turut Mengundang” di Undangan Pernikahan?
Turut mengundang adalah daftar keluarga, kerabat, atau tokoh yang ikut mengundang tamu bersama orang tua mempelai, sebagai bentuk penghormatan.
Orang tua mempelai tetap menjadi tuan rumah. Nama mereka ditulis lebih dulu, sebelum nama pengantin. Bagian turut mengundang berada di bawahnya sebagai tanda bahwa keluarga besar ikut menyambut tamu.
Dalam praktiknya, bagian ini lebih mirip tradisi daripada aturan baku. Tidak ada undang-undang yang mengaturnya, jadi bentuknya mengikuti kebiasaan keluarga dan daerah masing-masing.
Siapa Saja yang Biasa Dicantumkan di Turut Mengundang?
Yang biasa dicantumkan adalah kakek-nenek, saudara kandung orang tua, kakak atau adik mempelai, dan kadang tokoh masyarakat atau atasan yang dihormati.
Pola yang paling sering dipakai kira-kira seperti ini:
- Kakek dan nenek dari kedua pihak.
- Paman dan bibi (saudara orang tua) beserta keluarganya.
- Kakak atau adik mempelai.
- Tokoh masyarakat, sesepuh, atau atasan, bila keluarga memang ingin menyertakan.
Ada juga kondisi ketika bagian ini lebih baik dipersingkat. Misalnya kerabat yang ingin dicantumkan terlalu banyak, atau keluarga khawatir ada yang tersinggung karena tidak disebut. Dalam kasus itu, satu baris “Keluarga Besar” sudah cukup rapi.
Susunan Turut Mengundang yang Benar
Susunan yang umum dipakai adalah dari keluarga paling dekat dan paling senior, lalu kerabat, kemudian tokoh atau atasan. Pihak pria dan wanita bisa digabung atau dipisah sesuai kesepakatan.
Urutan ini bukan aturan tunggal. Tetapi pola “inti dulu, baru meluas” membuat daftar terasa sopan dan mudah diterima semua pihak.
Urutan nama yang aman dipakai:
- Kakek dan nenek (yang paling sepuh lebih dulu).
- Saudara orang tua, diurutkan dari yang paling tua.
- Kakak atau adik mempelai.
- Kerabat lain atau “Keluarga Besar”.
- Tokoh masyarakat atau atasan.
Untuk penulisan, gunakan sapaan yang konsisten. Awali dengan “Bapak” atau “Ibu”, atau pakai “Kel. Besar” untuk menyebut satu keluarga sekaligus. Pilih salah satu gaya dan pakai di seluruh daftar.
Gelar akademik ditulis lengkap dan benar, misalnya “Dr.” di depan atau “S.E.” di belakang nama. Satu typo gelar bisa jadi bahan komentar keluarga, jadi periksa ulang ejaannya.
Untuk pangkat TNI atau Polri, aturannya lebih khusus, terutama bagi yang sudah purnawirawan. Panduan lengkapnya ada di artikel kami tentang cara menulis pangkat purnawirawan di undangan.
Contoh Turut Mengundang untuk Berbagai Kondisi
Berikut lima contoh undangan turut mengundang untuk kondisi keluarga yang berbeda. Salin blok kode, lalu ganti nama dummy dengan nama keluarga Anda.
Contoh 1: Turut mengundang keluarga besar kedua mempelai
Cocok bila kedua pihak ingin satu daftar bersama.
“`
Turut Mengundang:
Keluarga Besar Bapak Hartono Wijaya
Keluarga Besar Bapak Sutrisno Adi
“`
Contoh 2: Dipisah per pihak pria dan wanita
Cocok bila tiap pihak ingin daftar nama sendiri.
“`
Turut Mengundang (Pihak Wanita):
1. Bapak H. Mulyadi & Ibu Hj. Sumiati
2. Bapak Darmawan & Ibu Retno
3. Kakak: Dimas Prakoso, S.T.
Turut Mengundang (Pihak Pria):
1. Bapak Slamet Raharjo & Ibu Wiwik
2. Bapak Bambang Susilo & Ibu Lestari
3. Adik: Rina Safitri
“`
Contoh 3: Ada pejabat atau anggota TNI/Polri
Pangkat ditulis lengkap, dan keterangan purnawirawan mengikuti kaidah penulisannya.
“`
Turut Mengundang:
1. Bapak Dr. Agus Setiawan, M.M.
2. Kolonel Inf (Purn.) Hendra Wijaya & Ibu
3. Keluarga Besar Bapak Hartono Wijaya
“`
Contoh 4: Singkat
Cocok bila daftar nama terlalu panjang atau keluarga ingin tampilan ringkas.
“`
Turut Mengundang:
Keluarga Besar kedua mempelai
“`
Contoh 5: Adat Jawa
Sebutan kekerabatan Jawa sering dipakai di sini. “Eyang” untuk kakek-nenek, “Pakdhe” dan “Budhe” untuk kakak orang tua, “Paklik” dan “Bulik” untuk adik orang tua.
“`
Turut Mengundang:
1. Eyang Kakung & Eyang Putri Soemarno
2. Pakdhe & Budhe Prasetyo
3. Paklik & Bulik Wibowo
4. Seluruh Keluarga Besar Bani Soemarno
“`
Penulisan sebutan kekerabatan berbeda antar daerah dan keluarga. Tanyakan dulu kebiasaan sesepuh sebelum mencetak.
Perlukah Turut Mengundang di Undangan Digital?
Boleh dicantumkan, tetapi tidak wajib. Di undangan digital, turut mengundang biasanya ditaruh di bagian terpisah supaya halaman utama tetap bersih.
Ada dua pilihan yang praktis. Pertama, letakkan daftar nama di section tersendiri di bagian bawah halaman. Kedua, buat bagian yang bisa dibuka dan ditutup (collapsible), sehingga tamu yang ingin melihat daftar nama tetap bisa membukanya.
Pilihan ini membuat tampilan tetap rapi di layar ponsel. Nama keluarga yang ikut mengundang juga tetap terlihat. Bila Anda sedang menyiapkan undangan pernikahan digital, daftar turut mengundang bisa disiapkan sejak awal bersama data mempelai lainnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi pada Turut Mengundang
Kesalahan yang paling sering adalah salah urutan, typo nama atau gelar, daftar yang terlalu panjang, dan nama yang terlewat.
Salah urutan membuat anggota keluarga merasa tidak dihormati. Nama yang terlewat lebih berisiko lagi, karena bisa memicu salah paham yang sulit diluruskan setelah undangan tersebar.
Daftar yang terlalu panjang juga bermasalah. Ukuran huruf mengecil, tata letak berantakan, dan tamu sulit membacanya.
Cara termudah mencegahnya adalah meminta perwakilan keluarga dari kedua pihak memeriksa draf sebelum cetak atau kirim. Satu putaran pengecekan biasanya cukup menangkap hampir semua kesalahan.
Penutup
Turut mengundang yang tersusun rapi menunjukkan bahwa keluarga besar dihargai. Kuncinya ada di urutan yang jelas, penulisan nama dan gelar yang benar, serta persetujuan keluarga sebelum undangan dicetak atau disebar.
Pilih salah satu dari lima contoh undangan pernikahan turut mengundang di atas, sesuaikan dengan kondisi keluarga, lalu minta sesepuh memeriksanya. Bila Anda menyiapkan versi digitalnya, rencananikah.net menyediakan undangan pernikahan digital yang bisa memuat daftar turut mengundang di bagian tersendiri.




