Banyak calon pengantin mengira pedang pora polisi bukan hal yang lazim, karena tradisi ini lebih sering muncul di pernikahan perwira TNI. Padahal anggota Polri juga berhak menggelar upacara yang sama.
Melalui artikel ini, kami akan jelaskan siapa yang berhak, syarat administratifnya, dan bedanya dengan tradisi serupa di TNI.
Apakah Pedang Pora Berlaku untuk Anggota Polri?
Ya, pedang pora juga berlaku untuk anggota Polri, khususnya perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Tradisi ini bukan eksklusif milik TNI meski memang lebih sering terekspos lewat pernikahan perwira TNI di media.
Kejadian ini nyata terjadi di lapangan. Pada awal 2026, sejumlah media lokal memberitakan Kapolres Pulang Pisau yang memimpin langsung upacara pedang pora dalam pernikahan seorang perwira di jajarannya, sebagai bentuk pelestarian tradisi kehormatan di lingkungan Polri.
Pangkat dan Golongan Polri yang Berhak Pedang Pora

Hak penuh untuk menjalani pedang pora, yaitu upacara mengangkat pedang bersilang membentuk gerbang kehormatan, umumnya melekat pada perwira lulusan Akpol. Golongan Bintara dan Tamtama biasanya tidak menjalani prosesi pedang pora penuh yang sama.
Di lingkungan TNI, khususnya TNI AL, dikenal tradisi serupa bernama Hasta Pora untuk Bintara dan Tamtama, yaitu versi upacara dengan gerakan lengan lurus tanpa mengangkat pedang bersilang.
Belum ada rujukan publik yang memastikan apakah Polri menerapkan versi setara Hasta Pora untuk Bintara dan Tamtamanya, jadi bagian ini masih perlu diverifikasi langsung ke kesatuan terkait.
| Golongan | Jenis Upacara | Catatan |
|---|---|---|
| Perwira (lulusan Akpol) | Pedang Pora | Hak penuh, pedang bersilang membentuk gerbang |
| Bintara / Tamtama | Belum ada rujukan pasti | Perlu verifikasi ke bagian personalia kesatuan |
Syarat Administratif Pedang Pora untuk Anggota Polri
Syarat dasarnya mirip pengajuan nikah dinas pada umumnya, yaitu surat izin menikah dari kesatuan, SKCK, dan kelengkapan dokumen calon pasangan. Di luar itu, ada prosedur internal khusus Polri yang bisa berbeda antar satuan kerja.
Karena ketentuan detail tiap kesatuan Polri bisa berbeda satu sama lain, calon pengantin sebaiknya mengkonfirmasi langsung ke bagian SDM atau personalia satuan kerja masing-masing.
Nominal biaya dan tenggat waktu pengajuan yang spesifik juga tetap perlu verifikasi karena belum ada sumber resmi terbuka yang merincinya.
Beda Pedang Pora Polri dan TNI, Apa Saja?
Secara filosofi, pedang pora Polri dan TNI membawa makna yang sama, yaitu simbol kehormatan dan gerbang menuju kehidupan baru bagi kedua mempelai. Perbedaannya lebih ke asal institusi pendidikan dan detail seragam yang dikenakan.
Perwira Polri berasal dari Akademi Kepolisian, sementara perwira TNI berasal dari Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, atau Akademi Angkatan Udara sesuai matranya. Seragam dinas yang dipakai saat prosesi pun mengikuti institusi masing-masing, meski bentuk upacaranya serupa.
Penutup
Pedang pora bukan tradisi eksklusif TNI. Anggota Polri, khususnya perwira lulusan Akpol, juga berhak menggelarnya, dengan syarat administratif yang tetap perlu dikonfirmasi ke kesatuan masing-masing sebelum hari pernikahan tiba.
Kalau acara pedang pora sudah di depan mata, undangan pernikahan juga perlu disiapkan dengan tema yang senada. rencananikah.net menyediakan undangan pernikahan Polri bertema pedang pora yang bisa disesuaikan dengan kesatuan dan detail acara.




