Langsung ke konten utama
Rencananikah.net

4 menit baca

Perbedaan Sangkur Pora dan Pedang Pora, Awas Jangan Tertukar

  • Ditulis oleh Cecep Suparman
  • Terbit
perbedaan sangkur pora dan pedang pora upacara pernikahan TNI

Banyak keluarga calon pengantin menyamakan sangkur pora dengan pedang pora karena sama-sama tradisi penyambutan pengantin di lingkungan militer. Padahal perbedaan sangkur pora dan pedang pora cukup jelas, mulai dari alat yang dipakai sampai golongan pangkat yang berhak melaksanakannya.

Ada juga istilah ketiga yang sering ikut disebut, yaitu hasta pora. Artikel ini membedah tiga istilah itu satu per satu, lengkap dengan tabel perbandingan supaya tidak tertukar lagi.

Apa Itu Pedang Pora?

Pedang pora adalah upacara penyambutan pengantin berupa lorong pedang terhunus yang dibentuk oleh rekan sesama perwira. Tradisi ini khusus untuk perwira dan biasanya hanya dilakukan sekali seumur hidup, yaitu saat perwira tersebut menikah untuk pertama kali.

Pedang yang dipakai adalah pedang kehormatan sungguhan, bukan sangkur atau alat lain. Tradisi ini berlaku lintas matra, baik TNI AD, TNI AL, TNI AU, maupun Polri, selama yang menikah berpangkat perwira.

Kalau ingin tahu lebih jauh soal siapa saja yang berhak mendapatkan kehormatan ini, bisa dibaca di artikel siapa yang berhak dapat pedang pora.

Apa Itu Sangkur Pora?

Sangkur pora adalah tradisi penyambutan pengantin khas TNI Angkatan Darat yang memakai sangkur atau bayonet, bukan pedang. Tradisi ini diperuntukkan bagi bintara dan tamtama, bukan perwira.

Pelaksanaannya biasanya melibatkan satu regu yang terdiri dari seorang komandan regu dan beberapa anggota membentuk formasi penyambutan. Jumlah personilnya bisa berbeda tiap kesatuan, tapi umumnya berkisar sepuluh orang.

Selain barisan sangkur, prosesi sangkur pora pada praktiknya sering disertai penyematan seragam Persit kepada pengantin perempuan sebagai simbol penerimaan ke keluarga besar TNI AD. Ada juga kesatuan yang menambahkan penyerahan cincin atau bunga sebagai bagian dari rangkaian acara.

Apa Itu Hasta Pora?

Hasta pora adalah tradisi penyambutan pengantin khas TNI Angkatan Laut untuk bintara dan tamtama yang belum menikah bertugas sebagai pagar kehormatan. Berbeda dari pedang pora dan sangkur pora, hasta pora tidak memakai senjata sama sekali.

Pagar kehormatan hasta pora biasanya beranggotakan minimal dua belas orang berseragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) I, dengan komandan peleton dari bintara atau tamtama tertua. Setelah melewati pagar kehormatan ini, pengantin perempuan lazimnya diterima ke dalam Jalasenastri, organisasi istri prajurit TNI AL.

Karena sama-sama untuk bintara dan tamtama, hasta pora kadang disangka sama dengan sangkur pora. Bedanya ada di matra dan alatnya: hasta pora eksklusif TNI AL tanpa senjata, sangkur pora eksklusif TNI AD dengan sangkur.

Perbedaan Sangkur Pora dan Pedang Pora dalam Satu Tabel

ilustrasi perbandingan pedang pora, sangkur pora, dan hasta pora

Supaya lebih mudah dibandingkan, berikut ringkasan perbedaan sangkur pora dan pedang pora, ditambah hasta pora, dari sisi alat, pangkat, dan matra.

Pedang Pora Sangkur Pora Hasta Pora
Alat Pedang kehormatan Sangkur (bayonet) Tanpa senjata
Pangkat Perwira Bintara dan tamtama Bintara dan tamtama
Matra TNI AD, AL, AU, dan Polri TNI AD TNI AL

Berapa Biaya Sangkur Pora TNI AD?

Sangkur pora pada praktiknya tidak selalu memerlukan biaya tambahan di luar urusan dinas, karena personel yang bertugas adalah rekan satu kesatuan. Yang perlu disiapkan keluarga biasanya hanya konsumsi atau suvenir kecil untuk tim pagar kehormatan sebagai ucapan terima kasih.

Kalau butuh gambaran biaya yang lebih rinci untuk keseluruhan acara, termasuk simulasi biaya pedang pora yang sering dipakai sebagai patokan, bisa dicek di rincian biaya pedang pora.

Jalannya Upacara, Beda atau Sama?

Pola dasar ketiga upacara ini sebenarnya mirip, yaitu formasi penyambutan yang dilewati pengantin sebagai simbol penghormatan dan penerimaan ke keluarga besar militer. Yang membedakan hanya alat yang dipakai dan pangkat pesertanya.

Untuk tahapan lengkapnya langkah demi langkah, mulai dari persiapan sampai prosesi selesai, baca jalannya upacara pedang pora.

Penutup

Singkatnya, perbedaan sangkur pora dan pedang pora ada di tiga hal: alat yang dipakai, pangkat peserta, dan matra pelaksananya. Pedang pora untuk perwira dengan pedang, sangkur pora untuk bintara dan tamtama TNI AD dengan sangkur, dan hasta pora untuk bintara dan tamtama TNI AL tanpa senjata sama sekali.

Kalau sedang menyiapkan pernikahan bertema militer dan butuh undangan yang menyesuaikan tradisi ini, rencananikah.net bisa membantu menyesuaikan desain dan susunan acaranya.

FAQ

Apakah sangkur pora dan pedang pora sama?

Tidak sama. Pedang pora memakai pedang kehormatan sungguhan dan khusus untuk perwira, sedangkan sangkur pora memakai sangkur atau bayonet dan diperuntukkan bagi bintara serta tamtama TNI AD.

Siapa yang berhak melaksanakan sangkur pora?

Sangkur pora diperuntukkan bagi prajurit TNI AD berpangkat bintara dan tamtama yang menikah, sebagai bentuk penghormatan dari rekan satu regu.

Apakah hasta pora dan sangkur pora sama?

Berbeda. Hasta pora adalah tradisi khas TNI AL yang sama sekali tidak memakai senjata, sementara sangkur pora adalah tradisi khas TNI AD yang tetap memakai sangkur sebagai alatnya.

Apakah pernikahan polisi bisa pakai sangkur pora?

Sangkur pora identik dengan tradisi TNI AD, jadi tidak berlaku untuk Polri. Untuk personel Polri berpangkat perwira, tradisi penghormatan pernikahan yang umum dipakai adalah pedang pora.
WhatsApp (buka tab baru)

Cecep Suparman

Cecep Suparman, pendiri Rencananikah.net. Sudah sepuluh tahun mengerjakan website dan SEO, sekarang fokus membantu pasangan menyiapkan undangan pernikahan digital. Tulisan di blog ini disusun dari riset soal adat, biaya, dan persiapan nikah di berbagai daerah di Indonesia.

Lagi Siapin Undangan Pernikahan?

Website undangan dengan domain sendiri, selesai 1-3 hari kerja setelah data lengkap, dan garansi uang kembali. Konsultasinya gratis lewat WhatsApp.

Artikel Terkait