Langsung ke konten utama
Rencananikah.net

5 menit baca

Syarat, Pangkat, & Prosesi Pedang Pora TNI AD (Angkatan Darat)

  • Ditulis oleh Cecep Suparman
  • Terbit
prosesi pedang pora TNI AD, pengantin melewati lorong pedang upacara perwira Angkatan Darat

Pedang pora TNI AD jadi salah satu momen paling dinanti dalam pernikahan prajurit Angkatan Darat. Bukan sekadar formalitas, prosesi ini jadi simbol kebanggaan dan penghormatan dari satuan untuk sang prajurit yang menikah.

Tapi tidak semua personel TNI AD otomatis mendapat kehormatan pedang pora. Ada syarat pangkat yang jadi penentu, dan detailnya sedikit berbeda dari aturan di TNI AL, TNI AU, atau Polri.

Artikel ini fokus membahas ketentuan pedang pora khusus di lingkungan TNI AD, mulai dari siapa yang berhak, alur pengajuannya, sampai gambaran susunan acaranya.

Apa Itu Pedang Pora di Lingkungan TNI AD?

Pedang pora adalah prosesi kehormatan berupa lorong pedang yang dibentuk oleh rekan seangkatan atau bawahan prajurit, lalu dilewati pengantin sebagai simbol pengantaran menuju kehidupan baru.

Di TNI AD, prosesi ini hanya berlaku untuk pangkat perwira dan biasanya cuma sekali seumur hidup, yaitu di pernikahan pertama.

Nama pedang pora berasal dari alat yang dipakai, yaitu pedang upacara dengan panjang total sekitar 92 sentimeter dan bilah 70 sentimeter. Belasan personel berseragam lengkap berbaris membentuk lorong, dipimpin seorang inspektur upacara yang mengatur jalannya prosesi.

Karena sifatnya yang sakral dan hanya sekali seumur hidup, banyak keluarga prajurit AD menganggap pedang pora sebagai puncak dari rangkaian pernikahan dinas.

Pangkat Berapa yang Berhak Dapat Pedang Pora di TNI AD?

perbedaan pedang pora untuk perwira dan sangkur pora untuk bintara tamtama TNI AD

Di TNI AD, pedang pora khusus diperuntukkan bagi pangkat perwira, yaitu lulusan Akademi Militer (Akmil) atau jalur perwira lain seperti Sepawamil. Bintara dan tamtama TNI AD tidak mendapat pedang pora dalam pernikahannya.

Kalau perwira pedang pora, kalau bintara apa? Bintara dan tamtama TNI AD mendapat prosesi serupa yang disebut sangkur pora. Bedanya ada di jenis alat yang dipakai, yaitu sangkur atau bayonet yang ukurannya lebih kecil dibanding pedang upacara.

Jadi kalau ditanya pedang pora TNI AD untuk pangkat apa, jawabannya konsisten: perwira. Aturan pedang pora untuk pangkat apa ini berlaku di seluruh matra, tidak cuma TNI AD, meski detail teknis pelaksanaan bisa sedikit berbeda antar satuan.

Sebagian sumber menyebut jalur perwira lain seperti Secapa atau jalur pengangkatan tertentu juga bisa memenuhi syarat pedang pora. Ambang pasti jalur mana saja yang diakui sebaiknya dikonfirmasi langsung ke satuan atau Bintal terkait sebelum acara direncanakan.

Syarat dan Alur Pengajuan Nikah Dinas TNI AD

Sebelum bicara soal pedang pora, prajurit TNI AD wajib menyelesaikan izin nikah dinas lebih dulu. Tanpa izin ini, prosesi pedang pora otomatis tidak bisa dilaksanakan karena status pernikahannya belum resmi di mata satuan.

Alur pengajuannya melibatkan permohonan izin kawin, surat keterangan dari calon istri, persetujuan wali, hingga pemeriksaan riwayat dari intelijen satuan. Detail lengkap soal syarat dan alur pengajuan nikah dinas ini sudah dibahas tuntas, termasuk dokumen yang perlu disiapkan dan estimasi lama prosesnya.

Proses ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan sebelum izin resmi turun. Jadi kalau prajurit AD sudah berencana pedang pora, sebaiknya urus dulu izin nikah dinasnya jauh-jauh hari.

Susunan Acara Pedang Pora TNI AD Secara Singkat

Susunan acara pedang pora TNI AD secara umum mengikuti pola prosesi militer standar. Mempelai berjalan melewati lorong pedang yang dibentuk rekan seangkatan, dipimpin inspektur upacara, lalu dilanjutkan rangkaian resepsi seperti biasa.

Karena detail susunan acara ini sudah pernah dibahas lengkap tahap demi tahap, sebaiknya simak dulu artikel susunan acara pedang pora supaya persiapan tidak tumpang tindih dengan panduan ini.

Yang perlu diperhatikan khusus di TNI AD adalah koordinasi dengan komandan satuan soal jumlah personel yang bertugas membawa pedang, biasanya sekitar selusin orang, dan jadwal latihan sebelum hari H.

Perbedaan Pedang Pora TNI AD dengan TNI AL/AU/Polri

Secara prinsip, aturan dasar pedang pora sama di semua matra, yaitu khusus perwira dan hanya sekali seumur hidup. Yang beda biasanya cuma detail teknis pelaksanaan dan istilah lokal di tiap satuan.

Contohnya di TNI AL, ada tradisi pedang pora pelayaran dengan nuansa maritim yang khas, lengkap syarat pernikahan pedang pora pelayaran yang sedikit berbeda karena mempertimbangkan jadwal pelayaran kapal.

Di TNI AU dan Polri, seragam serta atribut personel penjaga lorong pedang juga menyesuaikan identitas masing-masing matra.

Kalau pasangan berasal dari matra berbeda, misalnya prajurit AD menikah dengan personel Polri, sebaiknya koordinasikan detail teknis ini dengan kedua satuan supaya prosesinya tetap sinkron.

Penutup

Pedang pora TNI AD adalah kehormatan yang hanya berlaku untuk pangkat perwira, dengan sangkur pora sebagai prosesi setara untuk bintara dan tamtama. Sebelum sampai ke hari H, pastikan izin nikah dinas sudah beres dan susunan acara sudah dikoordinasikan matang dengan satuan.

Kalau sedang mempersiapkan detail acara, termasuk desain undangan yang mengangkat tema kehormatan militer, rencananikah.net menyediakan layanan undangan pernikahan TNI AD yang bisa disesuaikan dengan momen pedang pora ini.

FAQ

Apakah bintara TNI AD bisa pedang pora?

Tidak. Bintara dan tamtama TNI AD mendapat prosesi sangkur pora, bukan pedang pora, karena pedang pora khusus diperuntukkan bagi pangkat perwira.

Berapa biaya pedang pora TNI AD?

Tidak ada tarif baku untuk pedang pora karena biayanya tergantung skala acara, jumlah personel yang bertugas, dan lokasi pelaksanaan. Sebagian keluarga menganggarkannya sebagai bagian dari paket wedding organizer, bukan biaya terpisah.

Siapa yang boleh hadir di upacara pedang pora TNI AD?

Tamu undangan pada umumnya boleh hadir menyaksikan prosesi pedang pora seperti resepsi pada umumnya. Yang dibatasi ketat justru keikutsertaan mempelai sendiri, karena calon istri prajurit biasanya melalui proses pemeriksaan administrasi dan kesehatan dari satuan sebelum pernikahan disetujui.
WhatsApp (buka tab baru)

Cecep Suparman

Cecep Suparman, pendiri Rencananikah.net. Sudah sepuluh tahun mengerjakan website dan SEO, sekarang fokus membantu pasangan menyiapkan undangan pernikahan digital. Tulisan di blog ini disusun dari riset soal adat, biaya, dan persiapan nikah di berbagai daerah di Indonesia.

Lagi Siapin Undangan Pernikahan?

Website undangan dengan domain sendiri, selesai 1-3 hari kerja setelah data lengkap, dan garansi uang kembali. Konsultasinya gratis lewat WhatsApp.

Artikel Terkait