Langsung ke konten utama
Rencananikah.net

5 menit baca

Perbedaan Pedang Pora TNI Angkatan Laut dan Hasta Pora

  • Ditulis oleh Cecep Suparman
  • Terbit
Prosesi pedang pora TNI AL untuk perwira

Banyak calon pengantin prajurit TNI AL, terutama dari kalangan bintara atau tamtama, mengira semua prajurit otomatis berhak mendapat pedang pora saat menikah. Padahal ada aturan pangkat yang jelas, dan ada versi lain bernama hasta pora untuk golongan yang berbeda.

Melalui artikel ini, kami akan bahas tuntas siapa yang berhak pedang pora TNI AL, apa bedanya dengan hasta pora, sampai jalannya prosesi langkah demi langkah, termasuk satu elemen khas yang cuma ada di TNI AL.

Apa Itu Pedang Pora TNI AL?

Pedang pora TNI AL adalah tradisi seremonial pelepasan masa lajang prajurit Angkatan Laut yang menikah, berupa barisan pedang kehormatan yang dilalui kedua mempelai. Tradisi ini diadaptasi dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan pertama kali dilaksanakan di TNI AL pada 1958.

Prosesi ini jadi simbol restu dan penerimaan dari korps kepada perwira yang baru membangun rumah tangga. Setiap unsur dalam upacaranya, dari barisan pedang sampai pelantikan organisasi istri, punya makna tersendiri yang akan dibahas di bagian berikutnya.

Pangkat yang Berhak Pedang Pora di TNI AL

Yang berhak menjalani upacara pedang pora di TNI AL adalah perwira, mulai dari Letnan Dua ke atas, karena hanya perwira yang memegang pedang kehormatan. Bintara dan tamtama menjalani versi acara yang berbeda bernama hasta pora.

Contoh nyata dari sumber resmi satuan Marinir TNI AL menyebut sejumlah perwira, seperti Letda Laut (K) Andreas Mahendra Satria Hutama, yang menjalani pedang pora sesuai haknya sebagai perwira. Aturan pangkat ini konsisten dipakai di berbagai satuan Korps Marinir TNI AL.

Beda Pedang Pora dan Hasta Pora TNI AL, Ini yang Sering Salah Kaprah

Pedang pora diperuntukkan bagi perwira, sedangkan hasta pora untuk bintara dan tamtama. Keduanya sama-sama tradisi resmi TNI AL, khususnya di lingkungan Korps Marinir, bukan satu versi “kelas dua” dari yang lain, hanya beda golongan pangkat yang menjalankannya.

Golongan Pangkat Nama Upacara Contoh Satuan yang Rutin Melaksanakan
Perwira (Letda ke atas) Pedang Pora Batalyon Infanteri Marinir, satuan jajaran TNI AL
Bintara dan Tamtama Hasta Pora | Yonpom 1 Marinir, Batalyon Angmor 1 Marinir, Yonif 9 Marinir

Detail teknis soal perbedaan properti upacara, seperti jumlah personel formasi atau atribut yang dipakai bintara dibanding perwira, belum ditemukan sumber yang merincinya secara eksplisit.

Formasi dan atributnya menyesuaikan golongan pangkat, dan sebaiknya dikonfirmasi ke narasumber satuan terkait kalau kamu butuh detail lebih spesifik.

Prosesi Upacara Pedang Pora TNI AL, Langkah demi Langkah

Prosesi pedang pora TNI AL terdiri dari 12 tahapan resmi, dari kedatangan pasukan pedang pora sampai sesi foto penutup. Berikut urutannya berdasarkan sumber resmi satuan Marinir TNI AL.

  1. Pasukan pedang pora memasuki tempat upacara dan mengambil posisi berbaris.
  2. Mempelai beserta orang tua memasuki tempat upacara menuju titik awal barisan pedang.
  3. Inspektur upacara (Irup) tiba di lokasi dan mengambil posisi memimpin jalannya acara.
  4. Komandan pasukan menyampaikan laporan kesiapan kepada Irup.
  5. Mempelai memasuki gapura pedang pora yang dibentuk oleh barisan pedang kehormatan.
  6. Irup menyampaikan pernyataan atau ucapan resmi kepada kedua mempelai.
  7. Mempelai putri menerima tanda kehormatan sekaligus dilantik sebagai anggota Jalasenastri.
  8. Irup mengiringi kedua mempelai menuju pelaminan.
  9. Komandan pasukan kembali menyampaikan laporan kepada Irup.
  10. Irup meninggalkan tempat upacara.
  11. Sesi foto bersama dilaksanakan sebagai dokumentasi resmi.
  12. Upacara dinyatakan selesai dan pasukan membubarkan formasi.

Tahap ketujuh menjadi elemen unik yang cuma ada di TNI AL, yaitu pelantikan Jalasenastri yang menyatu langsung dalam rangkaian upacara, berbeda dari versi TNI AD yang tidak memiliki tahap serupa.

Syarat Administratif Sebelum Bisa Pedang Pora TNI AL

Sebelum resepsi dengan pedang pora bisa dilaksanakan, izin kawin dinas dari satuan harus selesai lebih dulu. Proses ini secara umum sama di semua matra TNI, mengikuti syarat dan alur pengajuan nikah dinas yang berlaku umum.

Kalau ada perbedaan dokumen spesifik untuk TNI AL, misalnya surat dari komando wilayah laut setempat, sebaiknya verifikasi langsung ke satuan AL masing-masing karena belum ditemukan sumber publik yang merincinya secara spesifik.

Pedang Pora TNI AL vs TNI AD, AU, dan Polri, Apa Bedanya?

Perbedaan pedang pora dan hasta pora TNI AL

Konsep dasarnya sama di semua matra, yaitu barisan pedang yang cuma boleh dilewati perwira. Yang membedakan ada di organisasi istri yang dilantik dalam prosesi serta beberapa detail kecil yang menyesuaikan tradisi tiap matra.

Di TNI AL organisasi istrinya adalah Jalasenastri, di TNI AD Persit Kartika Chandra Kirana, di TNI AU PIA Ardhya Garini, dan di Polri Bhayangkari. Kalau kamu butuh gambaran matra lain, baca juga pedang pora TNI AD untuk perbandingan langsung dengan artikel ini.

Penutup

Pedang pora TNI AL memang eksklusif untuk perwira, sementara bintara dan tamtama punya hasta pora sebagai versi setaranya, dan elemen pelantikan Jalasenastri membuat versi AL ini berbeda dari matra lain.

Kalau kamu atau pasangan sedang menyiapkan resepsi bertema pedang pora TNI AL, jangan lupa siapkan juga undangan pernikahan TNI AL yang sesuai tema acara di rencananikah.net.

FAQ

Apa itu pedang pora TNI AL?

Pedang pora TNI AL adalah tradisi seremonial pelepasan masa lajang prajurit Angkatan Laut yang menikah, berupa barisan pedang kehormatan yang dilewati kedua mempelai. Tradisi ini diadaptasi dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan pertama kali dilaksanakan di TNI AL pada 1958.

Pangkat apa saja yang berhak pedang pora di TNI AL?

Yang berhak menjalani pedang pora di TNI AL adalah perwira, mulai dari Letnan Dua ke atas, karena hanya perwira yang memegang pedang kehormatan. Bintara dan tamtama menjalani versi berbeda bernama hasta pora.

Apa beda pedang pora dan hasta pora TNI AL?

Keduanya adalah tradisi resmi TNI AL untuk melepas masa lajang prajurit yang menikah. Bedanya ada di golongan pangkat, yaitu pedang pora untuk perwira dan hasta pora untuk bintara serta tamtama.

Apa itu pelantikan Jalasenastri dalam upacara pedang pora?

Jalasenastri adalah organisasi istri prajurit TNI Angkatan Laut. Dalam salah satu tahap prosesi pedang pora, mempelai putri menerima tanda kehormatan sekaligus dilantik sebagai anggota Jalasenastri, sebagai simbol diterimanya ia dalam keluarga besar TNI AL.

Apakah bintara TNI AL bisa pedang pora?

Bintara dan tamtama TNI AL tidak menjalani pedang pora, melainkan tradisi setara bernama hasta pora, yang juga merupakan upacara resmi pelepasan masa lajang di lingkungan TNI AL.
WhatsApp (buka tab baru)

Cecep Suparman

Cecep Suparman, pendiri Rencananikah.net. Sudah sepuluh tahun mengerjakan website dan SEO, sekarang fokus membantu pasangan menyiapkan undangan pernikahan digital. Tulisan di blog ini disusun dari riset soal adat, biaya, dan persiapan nikah di berbagai daerah di Indonesia.

Lagi Siapin Undangan Pernikahan?

Website undangan dengan domain sendiri, selesai 1-3 hari kerja setelah data lengkap, dan garansi uang kembali. Konsultasinya gratis lewat WhatsApp.

Artikel Terkait