“Pangkat saya termasuk yang berhak pedang pora atau tidak?”
Ini pertanyaan yang paling sering muncul dari calon pengantin perwira TNI dan Polri begitu rencana pernikahan mulai dibahas serius. Jawabannya tidak sama untuk semua matra, karena tiap angkatan punya aturan sendiri soal pedang pora untuk pangkat apa yang berhak melaksanakannya.
Pada artikel ini, kami akan rangkum daftar pangkat yang berhak pedang pora di TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri dalam satu tabel. Kalau belum familiar dengan definisi dasar pedang pora, baca dulu pengertian pedang pora sebelum lanjut ke pembahasan pangkat di bawah ini.
Aturan Umum: Pedang Pora untuk Perwira, Bukan Semua Pangkat
Pedang pora secara umum hanya berlaku untuk pangkat perwira yang menikah dalam status aktif, bukan untuk bintara atau tamtama. Aturan ini berlaku sama di TNI AD, TNI AL, TNI AU, maupun Polri.
Bintara dan tamtama bukan berarti tidak kebagian momen serupa. Di beberapa matra mereka punya tradisi sendiri dengan bentuk berbeda, yaitu sangkur pora di TNI AD yang memakai sangkur menggantikan pedang, dan hasta pora di TNI AL yang memakai tangan diacungkan lurus ke atas membentuk gapura kehormatan.
Satu hal yang perlu diingat, pedang pora umumnya hanya bisa dilaksanakan sekali seumur hidup. Kalau seorang perwira menjadi duda dan menikah lagi, ia tidak lagi berhak menggelar pedang pora untuk pernikahan keduanya.
Tabel Pangkat yang Berhak Pedang Pora per Matra

Pedang pora berhak dilaksanakan oleh perwira lulusan akademi resmi tiap matra, yaitu Akmil untuk TNI AD, AAL untuk TNI AL, AAU untuk TNI AU, dan Akpol untuk Polri. Berikut rinciannya supaya mudah dicek sesuai matra pasangan Anda.
| Matra/Instansi | Pangkat Perwira yang Berhak Pedang Pora | Tradisi untuk Bintara/Tamtama | Catatan |
|---|---|---|---|
| TNI AD | Perwira lulusan Akmil dan jalur perwira lain seperti Sepawamil, IDP, atau Semapa PK. | Sangkur pora, memakai sangkur menggantikan pedang. | Detail lengkap ada di pedang pora TNI AD. |
| TNI AL | Perwira aktif lulusan AAL | Hasta pora, memakai tangan diacungkan lurus ke atas membentuk gapura | Detail lengkap ada di pedang pora TNI AL |
| TNI AU | Perwira lulusan AAU | Belum ada rujukan resmi yang spesifik untuk bintara/tamtama | Artikel detail khusus pedang pora TNI AU. |
| Polri | Perwira lulusan Akpol | Belum ada rujukan publik yang memastikan versi setara untuk bintara/tamtama | Lihat juga bagian layanan undangan di bawah |
Perwira Polri lulusan Akpol berhak penuh menggelar pedang pora, baik untuk akad maupun resepsi. Bila Anda sedang mempersiapkan pernikahan bernuansa militer dengan pasangan dari Polri, layanan pedang pora Polri bisa membantu menyiapkan undangan yang sesuai dengan tema dan protokol upacara ini.
Khusus untuk jalur non militer, alumni atau taruna senior sekolah pelayaran yang sudah memenuhi kualifikasi tertentu juga punya tradisi serupa dalam pernikahan. Detailnya dibahas di pedang pora pelayaran].
Hasta Pora dan Sangkur Pora: Versi untuk Bintara dan Tamtama

Hasta pora dan sangkur pora adalah versi pedang pora untuk bintara dan tamtama, bedanya ada pada alat yang dipakai dan matra yang menyelenggarakannya. TNI AL mengenal hasta pora, sedangkan TNI AD mengenal sangkur pora.
Hasta pora memakai tangan yang diacungkan lurus ke atas membentuk gapura kehormatan, tanpa senjata. Sangkur pora di TNI AD memakai sangkur, dengan skala yang biasanya lebih kecil dibanding upacara pedang pora untuk perwira.
Perbandingan detail dua tradisi ini, termasuk tata cara dan contoh pelaksanaannya di lapangan, akan dibahas lebih lengkap di artikel terpisah begitu sudah tayang.
Bagaimana dengan Purnawirawan atau Pensiunan?
Purnawirawan atau perwira yang sudah pensiun tetap bisa melaksanakan pedang pora saat menikah, selama status pernikahannya diakui sesuai ketentuan satuan terkait. Yang perlu diperhatikan justru soal penulisan gelar dan pangkat di undangan, bukan soal hak pelaksanaan upacaranya.
Kalau pasangan Anda berstatus purnawirawan, cara menuliskan gelar dan pangkat yang benar di undangan pernikahan sudah dibahas di cara menulis purnawirawan TNI di undangan.
Apakah Pedang Pora Bisa untuk Sipil atau Umum?
Tidak. Pedang pora adalah tradisi resmi militer dan Polri yang khusus untuk perwira aktif, bukan untuk profesi sipil atau masyarakat umum.
Penutup
Setelah tahu pangkat mana saja yang berhak pedang pora di matra pasangan Anda, langkah berikutnya adalah menyiapkan dokumen pengajuan nikah dinas lebih awal, karena prosesnya biasanya butuh waktu lebih lama dibanding pernikahan sipil biasa.
Pastikan juga koordinasi dengan satuan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggal acara.
Kalau semua syarat administrasi sudah di tangan, rencananikah.net bisa membantu menyiapkan undangan pernikahan yang sesuai dengan tema dan protokol pedang pora di matra Anda.




